Peringati 10 Muharram 1445 H, MTs Terpadu Berkah Palangka Raya Rayakan Hari Anak Yatim

Bulan Muharram bukan sekadar awal kalender Hijriyah, tetapi juga mengandung peristiwa bersejarah, terutama pada tanggal 10 Muharram yang disebut “Hari Asyura”, juga "Lebaran Anak Yatim" atau "Idul Yatama.” Hari ini dimanfaatkan sebagai momen spesial untuk merayakan dan menghormati anak-anak yatim, termasuk melalui tindakan berbagi dan mengusap kepala mereka. Salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial, Yayasan Berkah Palangka Raya melalui Panti Asuhan Berkah, aktif memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan duafa untuk memberi perhatian dan dukungan kepada mereka. 

Dalam rangka memperingati “Hari Anak Yatim” melalui Program “Pengusapan & Santunan“, LKS Panti Asuhan Berkah menyelenggarakan acara santunan pada 10 Muharram 1445 H atau tepatnya Jum’at, 28 Juli 2023. MI/MTs Terpadu Berkah Palangka Raya menjadi tempat di mana acara tahunan santunan anak yatim diadakan dengan khidmat. Dalam kesempatan ini, berbagai paket santunan diberikan kepada 95 anak yang dibina di Panti Asuhan Berkah, yang juga merupakan murid-murid MI/MTs Terpadu Berkah terdiri dari duafa dan 21 anak yang tidak memiliki keluarga lengkap. Pemberian santunan ini tidak hanya memberi manfaat materi, tetapi juga memberikan peluang untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang terhadap anak-anak yatim. Peringatan 10 Muharram, juga dikenal sebagai bulan anak yatim, menggambarkan momen berharga untuk menghargai anak-anak yatim.

Di tengah semangat memperingati bulan pertama Hijriyah ini, para guru di MTs Terpadu Berkah Palangka Raya selaku bagian dari Yayasan Berkah juga berperan dalam memberikan santunan kepada anak-anak yatim, menunjukkan kepedulian mereka terhadap kaum yang membutuhkan. Bulan Muharram menjadi waktu yang baik untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti menyantuni anak yatim sebagai wujud amal yang dianjurkan dalam Islam. Selain itu, hal ini dijadikan berbagai lembaga seperti yayasan sebagai peluang untuk mencapai keberkahan.

Salah satu guru MTs Terpadu Berkah, M. Fahmi Ishaq memaparkan “Acara dalam rangka 10 Muharram, hari raya anak yatim nasional, tetapi dalam konteks Hijriyah. Kalau untuk hari raya anak yatim nasional di dalam kalender Masehi itu sebenarnya belum ada, karena 10 Muharram itu hari anak yatim kita. Karena pergantian Hijriyah itu setiap tahun kita merayakan hari anak yatim.”

Manfaat yang bisa kita dapatkan dari 10 Muharram itu yang sama-sama bisa kita lihat, sebagaimana dijelaskan Fahmi, yaitu “memperkuat silaturrahmi kita kepada anak yatim, bahwasannya anak yatim ini perlu dikasihani, disayangi, dan perlu disantuni. Alhamdulillah acara 10 Muharram di panti asuhan berkah berjalan dengan baik, ramah, kompak, bersinergi dari pagi sampai malam.”

Pihak-pihak yang terlibat yakni dari panti asuhan berkah khususnya yang mengadakan, lalu ada dari beberapa guru MTs  Terpadu Berkah, MI Terpadu Berkah, dan para pengasuh khususnya di Yayasan Barokah.

Sehubung dengan tanggal 10 Muharram dilaksanakan puasa sunnah, acara dimulai pukul 06.00-17.00 WIB, dilanjutkan berbuka puasa bersama, namun juga hingga malam hari di mana pintu masih selalu terbuka bagi pihak yang ingin berderma.

Acara dimulai dengan berkumpulnya para guru MI/MTs Terpadu Berkah dan anak-anak penerima santunan, dilanjutkan doa bersama dan sambutan dari kepala madrasah MTs Terpadu Berkah, Ahmad Shahiba, M. Pd. Beliau menyampaikan hikmah besar dalam kegiatan menyantuni dan mengusap kepala anak yatim ini. Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik, penuh kasih sayang.

Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharam, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan baragsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.”).

Anak-anak juga diharapkan tidak berkecil hati dan tidak salah kaprah mengenai hari ini, justru perayaan ini merupakan tanda keistimewaan anak yatim sebagai pembawa berkah dan banyak pelajaran berarti bagi sesama.

Acara dilanjutkan dengan pengusapan kepala anak yatim diiringi lantunan sholawat. Anak-anak berbaris beriringan untuk bersaliman dan diusap kepalanya sembari mendapat bingkisan dari para guru. Pengusapan ini dilakukan beberapa kali untuk menyerahkan bingkisan dari pihak yang berbeda-beda. Setiap selesai pengusapan, tiap bingkisan yang didapat anak akan ditampung dan dicatat untuk diambil kembali setelah acara selesai.

Para donatur yang memberikan sumbangan sejak pagi hingga menjelang siang masih terus berdatangan. Berbagai bentuk donasi yang diberikan di antaranya berupa uang tunai, sembako, pakaian, snack, masakan, dan lainnya. Fahmi menjelaskan, pihak-pihak yang hadir dan memberikan sumbangan antara lain dari instansi, pribadi, dari sekolah-sekolah MI dan MTs, dan ibu-ibu pengajian yang ada di Palangka Raya. Salah satunya didapatkan dari ibu-ibu pengajian TK Nurul Iman, ada juga dari ibu-ibu pengajian Perak BMT, dan untuk instansi dari sekolah PAUD Darussalam.

Di hadapan para donatur, tamu undangan, para guru serta siswa, Shahiba menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah menyempatkan hadir, membagi waktu pada kegiatan-kegiatan sosial.

“Kami ucapkan terima kasih atas segala bentuk perhatian dan bantuan yang terkumpul sehingga acara santunan ini dapat terlaksana dan tersampaikan kepada yang berhak menerima yakni siswa siswi yatim/piatu/yatim piatu MI/MTs Terpadu Berkah Palangka Raya. Semoga apa yang diberikan dapat mendatangkan keberkahan dan semoga apa yang kita kerjakan bernilai pahala,” ungkapnya.

Ia mengajak semua tamu dan siswa untuk memenuhi momen tahun baru Islam ini dengan berdoa bersama kepada Allah SWT.

Penutup, pentingnya mengasihi anak-anak yatim dalam ajaran Islam diuraikan dalam beberapa hadis dan ayat Al-Qur’an. Bulan Muharram dan tanggal 10 Muharram memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk berbagi serta merenungkan makna dari kasih sayang dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Aktivitas seperti menyantuni anak-anak yatim memiliki signifikansi dalam mengasah kelembutan hati dan sikap kepedulian serta kasih sayang yang menjadi prinsip dalam ajaran agama Islam.

Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa peduli terhadap anak-anak yatim, berusaha meringankan beban mereka, sehingga mereka dapat merasakan kasih sayang dan kehilangan kesedihan yang mereka alami.

Dokumentasi 

https://drive.google.com/drive/folders/1snnqrIt2vJAoyZk2rWmOig6iAIExKm4T
















Posting Komentar

0 Komentar